Indikator Dasar Mutu Tanah


(Konsultan Survey dan Pemetaan Lahan) –¬†Indikator dasar mutu tanah ialah ciri tanah yang dinilai ukurannya mengkuantitatifkan besarnya cekaman (stress), ciri habitat, tingkat paparan menghadapi pencekam (exposure to stressor), atau tingkat tanggapan ekologi dalam menghadapi pencekam. Suatu perangkat indikator dasar mutu tanah seharusnya memenuhi kriteria kesesuaian sebagai berikut.

  1. Mencakup proses-proses ekosistem dan berkaitan dengan pemodelan berkiblat proses;
  2. Memadukan sifat dan proses fisik, kimia, dan biologi tanah;
  3. Terjangkau oleh banyak pengguna dan terterapkan pada keadaan lapangan;
  4. Peka terhadap perubahan pengelolaan dan iklim;
  5. Apabila mungkin merupakan komponen pangkal data tanah (soil data base) yang ada.

Sedangkan perangkat indikator yang digunakan untuk analisis dampak penggunaan tanah adalah sebagai berikut.

  1. Parameter diagnostik pengukur tingkat usikan;
  2. Nilai ambang kemantapan tanah selaku sistem dengan topangan teknologi sepadan (appropriate technology) sebagi baku fungsi optimum tanah. Indikator sumber usikan/dampak untuk memilahkan dampak setempat dan dampak impor serta mengenali perilaku kegiatan penggunaan tanah dalam membangkitkan dampak.

Parameter fisik tanah yang digunakan untuk memeriksa dampak penggunaan tanah atau lahan adalah meliputi gerakan atau perpindahan tanah, pemampatan tanah, dan endapan.

Gerakan atau Perpindahan Tanah

Gerakan/perpindahan tanah dapat dikategorikan menjadi 3 yaitu; erosi, longsor, serta pergeseran tanah.

Erosi

  1. erosi terhadap butiran tanah, faktor utama yang berpengaruh terhadap erosi permukaan yaitu: kemiringan muka tanah, aliran permukaan, jenis tanah permukaan serta tutupan permukaan tanah
  2. erosi sungai
  3. erosi pantai

Longsor

Faktor utama yang berpengaruh terhadap longsor yaitu: galian/keprasan, kemiringan lereng yang berlebihan, kenaikan kadar airtanah, kenaikan tekanan air pori dan rembesan, lapisan tanah yang miring, penggundulan hutan, tanaman besar (akar tanaman tersebut dapat merusak tanah dan menambah beban tanah), tension crack, gempa bumi, serta dewatering.

Pergeseran Tanah

Faktor penyebab utama pergeseran tanah yaitu: adanya bangunan atau timbunan di atas permukaan tanah yang lunak (kelunakan ditentukan berdasarkan konsistensi lempung), beban bangunan melampaui kapasitas dukung tanah. Tanah lunak ini belum tentu merugikan dari segi teknik, jika lapisan lunak tidak terlalu tebal, fondasi bisa diletakkan di bawah lapisan lunak dan untuk jalan bisa dilakukan perbaikan tanah lokal. Jika lapisan tanah lunak sangat tebal, penyelesaian khusus (misal : fondasi tiang) bisa dilakukan.

Pemampatan

Pemampatan tanah dapat disebabkan oleh faktor pemadatan (compaction) dan konsolidasi (penurunan). Pemadatan dapat terjadi karena usaha mekanis yang disengaja, getaran, maupun akibat aktivitas manusia. Sedangkan konsolidasi dapat diakibatkan karena beban bangunan yang ada diatasnya, beban lapisan tanah itu sendiri, serta penurunan muka airtanah. Parameter yang digunakan untuk menentukan konsolidasi yaitu: kompresibilitas, kenaikan tekanan efektif, dan tebal lapisan kompresibel. Pengaruh konsolidasi bisa dalam areal yang cukup luas dengan tingkat pengaruh yang bervariasi. Untuk bangunan dengan ukuran relatif kecil (terhadap luas lahan) pengaruh konsoildasi dapat dihindari dengan penggunaan struktur khusus misalnya fondasi tiang. Untuk daerah yang luas (misal : reklamasi diatas tanah lempung lunak), akan terjadi penomena konsolidasi yang bisa mengakibatkan kenaikan muka di hulu yang sering diikuti genangan/banjir. Disamping itu konsolidasi bisa menarik tanah di sekitarnya untuk ikut turun terutama jika tanah mempunyai kompresibilitas tinggi.

Endapan

Endapan dapat terjadi pada daerah yang relatif datar dengan kecepatan aliran air permukaan kecil. Hal tersebut dapat diakibatkan karena adanya gangguan saluran drainase atau terbentuknya lapisan tanah lunak di atas permukaan tanah.

Parameter kimia dan biologi tanah yang digunakan untuk memeriksa dampak penggunaan tanah atau lahan adalah meliputi pH, DAL (kegaraman, kadar ion terlarut), potensi redoks, kadar bahan organik, kadar N mineral (NH4-, NO3-), kadar P organik dan anorganik, kadar S, kadar B, kadar logam berat (pb, Ni, Hg, Cd, Cr, Zn, Cu), serta kadar minyak bumi. Sedangkan untuk parameter biologi antara lain, populasi jasad renik serta susunan jenisnya, dan populasi cacing tanah.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s