Kerusakan Lingkungan, Kemewahan atau Kemiskinan


(Konsultan Survey dan Pemetaan Lahan) – Konsumsi perkapita orang Amerika untuk kertas, air, listrik mencapai sekitar 10x lebih besar dari konsumsi perkapita penduduk negara berkembang. Dari industri, pertambangan, dan pertanian, Amerika mengeluarkan sampah padat sebesar 5 milyar ton pertahun. Sampah sebanyak 20 ton dapat menutupi lapangan sepak bola setinggi sekitar 1,5 meter. Tiap tahunnya, Amerika memproduksi sampah dari barang-barang yang sebenarnya dapat diganti dengan bahan-bahan yang bertahan lama, 16 milyar diapers, 2 milyar alat cukur jenggot dan 1,6 milyar ballpoint. Setiap rumah tangga di Amerika membuang rata-rata 13 ribu lembar kertas, 1800 barang-barang plastik, 500 kaleng dan 500 gelas kaca (setiawan, 2007).

Setiap tahunnya Amerika membuang kertas yang cukup untuk membangun dinding setinggi 4 meter dari Los Angeles ke New York, dan mereka membuang gelas botol setiap 2 minggu yang cukup untuk membuat menara setinggi WTC. Biaya membuang sampah di Amerika pertahunnya cukup untuk membangun 1000 sekolah dan 500 rumah sakit, termasuk untuk pemeliharaan dan upah pegawai. Lebih dari 70% listrik di Amerika terbuang percuma karena ketidakefisienan di dalam sistem penerangan dan alat-alat rumah tangga. Jika setiap warga negara Amerika mengurangi konsumsi energi dirumahnya menjadi separuh, maka akan dapat mengurangi 7000 pounds karbon yang dibuang ke atmosfir setiap tahunnya (setiawan, 2007).

Ironi dunia yang tengah terjadi sekarang ini membuat kita berfikir tentang kebijakan politik luar negeri yang diterapkan negara-negara maju dengan mengatas namakan demokrasi dan kepentingan ekonomi “dolar untuk perang atau lingkungan”. Dilain sisi negara-negara miskin ataupun negara-negara berkembang ditekan untuk menjalankan sistem manajemen lingkungan dengan berbagai macam doktrin dan program-program yang harus dijalankan. Tabel berikut ini menyajikan biaya yang harus dikeluarkan Amerika untuk untuk kepentingan militer jika dikonversi untuk kepentingan lingkungan.

Prioritas Militer

Biaya

(miliar USD)

Prioritas Lingkungan

Kapal Selam TRIDENT II

100

1/3 jumlah yang diberikan untuk membersihkan limbah beracun selama 50 th
Program Jet F-16 Stealth Bomber

79

  • 80% biaya untuk     mencapai  standar air bersih
  • 1 miliar US Dolar dapat membantu vaksinasi 600 juta anak
Torpedo MK-50

6

Biaya tahunan mengurangi emisi SO2 untuk menghindari hujan asam selama 5 tahun

Tekanan jumlah penduduk menyebabkan terjadinya komersialisasi terhadap lingkungan, sehingga mengakibatkan eksploitasi sumberdaya alam yang semakin tak terkontrol. Pola produksi dan konsumsi yang tidak ramah lingkungan juga disinyalir menjadi penyebab terjadinya degradasi atau penurunan kualitas lingkungan. Faktor Kemiskinan dan ketamakan manusia menyebabkan bumi ini semakin menderita. Terjadi pergeseran yang penting dari melihat lingkungan dan sumber daya alam sebagai “social goods” ke “commercial goods”. Selain itu, pasar tidak/belum sepenuhnya mau mengcover biaya lingkungan dan biaya sosial.

Negara-negara miskin atau berkembang memanfaatkan dan mengeksploitasi sumberdaya alamnya untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan. Tetapi dalam perkembangannya negara-negara miskin atau berkembang justru banyak mengadopsi sistem, budaya maupun teknologi yang diterapkan oleh negara-negara maju yang belum tentu sesuai dan dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Setiap wilayah memiliki kultur dan budaya khas yang merupakan hasil dari suatu proses interaksi dengan lingkungannya dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu kondisi masyarakat dalam suatu wilayah atau negara sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dimana ia berada. Pengaruh budaya maupun menerapan sistem dan teknolgi dari luar yang tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial dan kearifan lokal yang selama ini ada di masyarakat dikhawatirkan dapat menimbulkan permasalahan lingkungan.

Sebagian dari kita selama ini mungkin mengartikan lingkungan hanya dalam wujud hewan dan tumbuhan saja. Untuk membantu kita dalam memahami lingkungan berikut ini disajikan diagram serta definisi tentang lingkungan.

 Lingkungan mencakup unsur non hayati (abiotic), sumberdaya alam hayati (biotic), dan sumberdaya manusia bersama sumberdaya buatan yang digabung menjadi sumberdaya kultural (cultural). Dengan demikian lingkungan disusun oleh tiga komponen atau A, B, C, yaitu:

a)    A-Abiotic environment atau lingkungan fisik yang terdiri dari unsur-unsur air, udara, lahan, dan energi serta bahan mineral yang terkandung di dalamnya.

b)    B-Biotic environment atau lingkungan hayati yaitu unsur-unsur hewan, tumbuhan dan margasatwa lainnya serta bahan baku hayati industri.

c)    C-Cultural environment atau lingkungan kultural SOSEKBUD, yang unsur-unsurnya disebut sistem-sistem sosial, ekonomi, dan budaya serta kesejahteraan.

Interaksi ketiga unsur lingkungan itu menghasilkan hubungan yang timbal balik, saling ketergantungan yang dinamis (Tandjung, 1995).

Dengan memperhatikan interaksi yang terjadi antara ketiga unsur tersebut maka penting bagi kita sebagai bagian dari unsur lingkungan untuk berusaha menjaga keseimbangan tersebut agar tidak menimbulkan permasalahan baik untuk saat ini maupun di waktu yang akan datang. Untuk menjaga keseimbangan interaksi ketiga unsur tersebut maka diperlukan suatu pengeloaan atau yang sering kita sebut sebagai pengelolaan lingkungan. Materi tentang pengelolaan lingkungan akan dibahas dalam tulisan berikutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s