Radioaktifitas Alam di Lereng Gunungapi Merapi (Bagian 1)


(penulis : Erfan Taufik Ardianto)

Gunungapi Merapi

(Konsultan Survey dan Pemetaan Lahan) – Bumi, tempat manusia dan mahluk lainnya hidup dan melakukan kegiatannya tersusun atas empat (sfera), yaitu: atmosfera, hidrosfera, lithosfera dan biosfera. Semua lapisan (sfera) tersebut menjadi suatu sistem, yang dalam jangka panjang telah mencapai keseimbangan. Dalam studi ilmu lingkungan lapisan (sfera) tersebut disederhanakan menjadi komponen: udara, daratan, air dan biotik. Komponen darat itu tersusun oleh tanah dan batuan dengan berbagai struktur. Tanah itu sendiri merupakan bagian batuan yang telah lapuk. Batuan dengan berbagai macam variasi dan keadaannya merupakan wadah dari sebagian besar kegiatan mahluk hidup di bumi ini, selain itu juga menjadi sumber (resources) bagi kehidupan (PPLH UGM, 2001).

Batuan dengan berbagai macam jenisnya akan mengalami proses sebagian akibat tenaga asal luar (eksogen) maupun tenaga asal dalam (endogen). Akibat proses tersebut batu-batuan akan membentuk konfigurasi relief di permukaan bumi. Batuan dengan berbagai konfigurasi di permukaan bumi tersebut sebenarnya yang banyak berpengaruh terhadap kehidupan di muka bumi ini (PPLH UGM, 2001).

Permukaan bumi mempunyai struktur geologi yang bervariasi. Struktur bumi dapat dibedakan menjadi: horisontal, dome, lipatan, patahan, vulkan, dan kompleks. Sifat perwatakan lahan tersebut sangat ditentukan oleh proses-proses pembentukannya. Pada Tabel 1. disajikan hubungan antara struktur geologi dengan bentukan di permukaan bumi.

Tabel 1. Pembagian Struktur Geologi

No Struktur Bentukan di Permukaan Bumi
1 Horisontal Dataran, Plato
2 Dome Pegunungan/Perbukitan Dome
3 Lipatan Pegunungan/Perbukitan Lipatan(antiklinal, sinklinal, monoklinal, homoklinal)
4 Patahan Pegunungan/Perbukitan Blok(dengan berbagai variasi arah gerakan/patahan)
5 Vulkan Gunungapi (dengan berbagai bentuk intrusi, ekstrusi)
6 Komplek Pegunungan/Perbukitan Kompleks (lebih dari satu struktur)

Sumber: Lobeck, A.K., 1939

Gunungapi (volcano) merupakan sebuah tempat di permukaan bumi dimana bahan magma dari dalam bumi keluar atau sudah keluar pada masa lampau, biasanya membentuk suatu gunung, pada umumnya berbentuk kerucut yang mempunyai kawah di bagian puncaknya (Schieferdecker, A.A.G., 1959). Gunungapi juga merupakan tempat atau bukaan dimana batuan kental pijar atau gas, keluar dari dalam bumi ke permukaan, dan tumpukan bahan batuan di sekeliling lubang kemudian membentuk bukit atau gunung. Dengan  demikian maka gunungapi harus ada magma yang berupa batuan pijar dan atau gas yang keluar ke permukaan bumi melalui bukaan (kawah). Hasil kegiatan berupa bahan padat yang teronggokkan di sekeliling lubang biasanya membentuk bukit atau gunung dan disebut sebagai batuan gunungapi (Macdonald, G.A., 1972).

Gunungapi Merapi merupakan struktur geologi vulkan yang berada di antara wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunungapi Merapi merupakan salah satu gunungapi yang paling aktif di dunia, dengan tingkat erosi yang sangat tinggi sehingga terjadi banyak perubahan pada topografi dan lapisan-lapisan yang ada pada lerengnya (Widiyanto, 2006).

Gunungapi Merapi merupakan tipe stratovulkano yang tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan, sehingga membentuk suatu kerucut besar, terkadang bentuknya tidak beraturan karena sering terjadi letusan (http://www.merapi.vsi.esdm.go.id., 2006).

Jika dilihat dari topografi atau reliefnya maka Gunungapi Merapi dapat dibedakan menjadi tiga yaitu : puncak gunungapi (volcanic cone), lereng gunungapi (volcanic slope), dan kaki gunungapi (volcanic foot). Relief dapat dikelompokkan atas dasar kemiringan lereng dan ketinggian yang bervariasi. Kemiringan lereng mulai datar hingga terjal, sedangkan beda tinggi mulai dari < 5m hingga > 1000m. Berdasarkan kemiringan lereng dan beda tinggi tersebut relief dapat dibedakan menjadi datar hingga bergunung terjal, seperti disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2. Pembagian relief berdasarkan beda tinggi dan lereng

No. Relief

Sudut (%)

Beda Tinggi (m)

1

Datar

0 – 2

< 5

2

Berombak

3 – 7

5 – 25

3

Bergelombang

8 – 13

26 – 75

4

Berbukit

14 – 20

76 – 200

5

Bergunung

21 – 55

201 – 500

6

Bergunung Curam

56 – 140

501 – 1000

7

Bergunung Terjal

> 140

> 1000

Sumber: Zuidam, et. al., 1979.

Karakteristik bentuk lahan asal vulkanis dapat dibagi menjadi beberapa bagian, pada Tabel 3. disajikan karakteristik bentuk lahan asal vulkanis:

Tabel 3. Karakteristik Bentuklahan Asal Vulkanik

No

Nama

Relief

Batuan/struktur

Proses

Ciri-ciri

1

Kawah Depresi vulkanis Piroklastis Vulkanis Bentuk depresi di puncak kerucut atau pada lereng gunungapi.

2

Kubah lava Pegunungan Piroklastis Vulkanis Endapan piroklastis di dekat lubang kepundan, biasanya sangat labil, mudah longsor

3

Kerucut Pegunungan Piroklastis Vulkanis, Gravitasi Tubuh gunungapi paling atas dengan lereng paling curam

4

Lereng gunungapi Perbukitan Piroklastis Vulkanis, gravitasi Bagian dari tubuh gunungapi di bawah kerucut gn api

5

Kaki gunungapi bergelombang Piroklastis Vulkanis, gravitasi Bagian dari tubuh gunungapi di bawah lereng gunungapi

6.

Dataran gunungapi dataran Piroklastis, endapan fluvial Pengendapan/ deposisi Bagian dari tubuh gunungapi di bawah kaki gunungapi, dengan relief datar

7.

Dataran fluvial gunungapi Dataran Endapan fluvial Sedimentasi Bagian dari tubuh gunungapi di bawah dataran gunungapi dengan relief datar dibentuk oleh proses flufial

8

Medan lahar Berombak datar Endapan lahar Deposisi aliran lahar Endapan piroklastis, biasanya di sungai, oleh proses gravitasi.

9

Medan lava Lembah, berombak-bergunung Endapan lava Deposisi aliran lahar Endapan lava, terdapat di bagian hulu sungai yang endapat umpan langsung dari lubang kepundan. Endapan lava dapat pula berasal dari gunungapi purba (tersier)

10

Baranco Lembeh sungai, berombak-berbukit Endapan Piroklastis Erosi lembah lanjut Lembah dalam yang terdapat pada tubuh gunungapi akibat erosi lanjut

11

Sumber lava Bergunung Masif, Blok Vulkanis Masif stuktur blok, dapat sebagai bentukan gunungapi purba (tersier)

Sumber: Widianto, 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s