Mangrove Sebagai Penangkap Karbon, Pendingin Udara serta Penahan Tsunami


(Konsultan Survey dan Pemetaan Lahan) – Mangrove merupakan tumbuhan yang unik dengan sistem akar yang tersebar di atas dan di bawah permukaan air. Terdapat 73 spesies mangrove yang tersebar di sepanjang pesisir Florida dan asia tenggara terutama di Indonesia. Selain berfungsi untuk menjaga pantai dari abrasi air laut mangrove juga dapat berfungsi sebagai penyaring udara panas dari laut serta penyerap gas karbon di udara. Selain itu mangrove yang membentuk hutan juga merupakan habitat hidup beberapa spesies seperti kera, kerang-kerangan, serta spesies air lainnya.

Namun karena faktor kemiskinan manusia banyak mengeksploitasi hutan mangrove dengan memanfaatkan kayunya untuk memenuhi kebutuhan hidup serta permukiman. Sebagian lagi mengekploitasi untuk keperluan dunia kedokteran, Sejak tahun 1980 hutan mangrove telah mengalami deforestasi sebesar 30%. Hal ini tentunya dapat menurunkan kualitas lingkungan terutama di daerah pesisir, yang secara tidak langsung juga akan berdampak terhadap manusia.

Setelah peristiwa tsunami Aceh tahun 2004 sebuah studi yang dilakukan oleh ahli lingkungan berkebangsaan Denmark menyatakan bahwa terdapat perbedaan tingkat kerusakan akibat tsunami. Daerah yang pesisirnya memiliki hutan mangrove yang lebat lebih kecil tingkat kerusakannya dibandingkan dengan daerah yang tidak memiliki hutan mangrove. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa keberadaan hutan mangrove dapat meminimalisir tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh tsunami dengan menahan energi dari gelombang yang menerpa daerah pesisir.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuan Gail Chmura ahli pembersih karbon dari Universitas McGill menyatakan bahwa hutan mangrove memiliki tingkat penyerapan lebih cepat terhadap unsur karbon di udara jika dibandingkan dengan hutan di daratan. Tiap tahun hutan mangrove dapat menyerap 42 juta ton karbon di udara atau setara dengan emisi gas karbon dari 25 juta mobil.

Mangrove merupakan tumbuhan yang menyukai sinar matahari, hal ini tidak seperti kebanyakan tanaman tropis lainnya yang menutup pori-pori pada daun pada saat siang hari untuk mengurangi penyinaran matahari. di siang hari mangrove akan tetap aktif menyerap panas untuk mencegah penguapan air. Mangrove juga lebih sedikit penyerapan air yaitu sekitar 6 galon per hari, sementara pohon pinus dengan ukuran yang sama dapat menyerap air 3 kali lipat dari jumlah tersebut. Dengan  penyerapan panas ini maka mangrove secara tidak langsung akan menurunkan suhu udara akibat pemanasan global. selain itu akar mangrove juga dapat menstabilkan tanah yang ada disekitarnya serta dapat meningkatkan laju pembentukan tanah.

Dengan pentingnya keberadaan hutan mangrove ini bagi lingkungan terutama manusia maka wajib bagi kita untuk tetap menjaga keberadaannya serta melakukan sosialisasi terhadap penduduk yang berada di sekitar wilayah pesisir tentang fungsi dari keberadaan dan kelestarian hutan mangrove. Semoga ini bisa menjadi bahan renungan untuk kelestarian lingkungan demi masa depan anak cucu kita,  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s