Otak Manusia Semakin Menyusut (semakin bodoh atau semakin cerdas?)


John Hawks antropolog peneliti tentang evolusi manusia Universitas  Wisconsin menyatakan bahwa selama 20.000 tahun terakhir, rata-rata volume otak manusia laki-laki telah menurun dari 1.500cc menjadi 1.350cc, atau berkurang seukuran bola tenis, begitu pula dengan otak perempuan. Penyusutan otak ini telah terjadi di Cina, Eropa, Afrika dan belahan bumi lainnya. Jika otak kita terus berkurang maka 20.000 tahun mendatang, ukuran otak kita akan sama dengan ukuran otak Homo Erectus yaitu 1.100cc. Apakah dengan penyusutan volume otak ini kita akan semakin bodoh ?

Sebagian ilmuan berpendapat justru dengan penyusutan volume otak justru menjadi lebih efisien, berfikir menjadi lebih cepat. Homo sapiens (Cro-Magnons) dengan otak terbesar hidup 20.000 sampai 30.000 tahun yang lalu di Eropa. Mereka memiliki postur tubuh dengan dada yang besar, rahang menonjol dan gigi besar.  Sebagian ahli menyatakan bahwa besar kecilnya volume otak ada hubungannya dengan kondisi tubuh dan kekuatan otot. Nenek moyang kita rata-rata memiliki postur tubuh yang besar begitu pula tenaga atau kekutan otot yang dimiliki juga besar. Oleh karena itu mereka juga memiliki volume otak yang besar. Jika demikian maka volume otak manusia tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kecerdasan.

Selama periode penyusutan otak, DNA kita mengalami mutasi dan adaptasiterhadap perkembangan otak dan sistem neurotransmiter sehingga organ tubuh juga akan mengalami perubahan atau mengecil. Dampak mutasi ini masih belum jelas, tetapi para ilmuwan banyak yang mengatakan bahwa temperamen kita atau kemampuan penalaran telah mengalami pergeseran.

Sebagian ilmuan juga menghubungkan pemanasan global dengan perubahan ukuran tubuh manusia. Iklim bumi 20.000 tahun yang lalu lebih dingin dimana manusia pada saat itu memiliki tubuh yang besar untuk beradaptasi dengan kondisi iklim pada saat itu. Karena dengan tubuh yang besar manusia memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik pada suhu yang rendah jika dibandingkan dengan yang bertubuh kecil atau kurus. Argument tersebut menyatakan bahwa kerangka dan tengkorak menyusut karena suhu naik dan otak juga mengalami proses penyusutan. Tapi hal ini belum sepenuhnya benar karena 20.000 tahun yang lalu juga pernah terjadi perubahan peningkatan dan penurunan suhu bumi tetapi volume otak manusia pada saat itu tetap stabil dan mengalami peningkatan volume.

Apapun teori dan hasil penelitian menyangkut ukuran dan tingkat kecerdasan otak manusia tetapi yang  jelas besar kecilnya volume otak manusia tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kecerdasan atau yang biasa kita kenal dengan IQ. Sejak diciptakan manusia telah diberikan kemampuan untuk berfikir dan mempelajari lingkungan tempat hidupnya. Manusia itu diciptakan unik tidak ada yang sama persis satu dengan yang lainnya. Setiap manusia sejak lahir telah diberikan potensi dan sumberdaya yang tersimpan dalam dirinya. Tinggal bagaimana cara meng-eksplor sumberdaya tersebut agar bisa bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun umat manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s