Perkembangan Daerah Perdesaan


(Konsultan Survey dan Pemetaan Lahan) – Daerah perdesaan dapat didefinisikan sebagai daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah dengan kriteria ekonomi, sosial, dan geografis tertentu. Kriteria ekonomi pedesaan sangat tergantung atau mengandalkan dari pendapatan pertanian. Kriteria sosial, menunjukkan prilaku kehidupan masyarakat yang sangat terkait dengan pertanian dan kepadatan penduduk yang rendah. Kriteria geografis, daerah perdesaan lokasinya relatif jauh dari daerah perkotaan. Continue reading

Advertisements

Transfer Data GPS Garmin 76Csx Menggunakan Program Mapsource


(Konsultan Survey dan Pemetaan Lahan) – Memproses data dari GPS Garmin 76Csx secara langsung dapat dilakukan secara mudah dan cepat. File yang ada pada GPS pada umumnya dalam bentuk Track (garis/lintasan) dan WayPoint (titik). Untuk dapat mentransfer data dari perangkat GPS ke komputer terlebih dahulu komputer tersebut harus di instal dengan program Map Source yang umumnya didapatkan ketika membeli GPS tersebut. Adapun cara atau langkah-langkah dalam tranfer dan mengolah data yang dihasilkan dari perangkat GPS dengan menggunakan program arcview adalah sebagai berikut.

Sebelum kabel koneksi dihubungkan dari GPS ke komputer terlebih dahulu program Map Source di instal ke komputer, kemudian diaktifkan sehingga pada layar komputer akan seperti pada Gambar 1, setelah itu koneksikan kabel dari GPS ke komputer serta pastikan GPS dalam keadaan aktif (On). Continue reading

GPS Garmin 76CSx


Continue reading

Bentuklahan (Landform) di Permukaan Bumi


(Konsultan Survey dan Pemetaan Lahan) – Bentuklahan adalah suatu kenampakan medan yang terbentuk oleh proses alami yang memiliki komposisi tertentu dan karakteristik fisikal dan visual dengan julat tertentu yang terjadi dimanapun bentuklahan tersebut terdapat. Berdasarkan klasifikasi yang dikemukaan oleh Van Zuidam (1969) dan Verstappen maka bentuk muka bumi dapat diklasifikasikan menjadi 9 satuan bentuklahan utama (geomorfologi), yang dapat masing-masing dirinci lagi berdasarkan skala peta yang digunakan. Adapun satuan bentuklahan tersebut adalah sebagai berikut.

Bentuklahan asal struktural

Bentuk lahan struktural terbentuk karena adanya proses endogen atau proses tektonik, yang berupa pengangkatan, perlipatan, dan pensesaran. Gaya (tektonik) ini bersifat konstruktif (membangun), dan pada awalnya hampir semua bentuk lahan muka bumi ini dibentuk oleh kontrol struktural. Bentuklahan asal struktural adalah sebagai berikut. Continue reading

Menyusun Peta Kesesuaian Lahan Untuk Komoditas Perkebunan (Part 2)


Tahap Pengolahan Data dan Penyusunan Peta Kesesuaian Lahan

(Konsultan Survey dan Pemetaan Lahan) – Tahapan pengolahan data dan penyusunan peta kesesuaian lahan ini terdiri dari 3 tahapan yaitu, analisis laboratorium, penyusunan basis data, serta evaluasi lahan. Sampel tanah yang dianggap mewakili satuan evaluasi lahan pada tahapan sebelumnya kemudian dianalisis di laboratorium. Dari hasil analisis sampel tersebut dilakukan untuk menentukan tekstur, pH, kadar organik, N, P, K total, P tersedia, kelompok basa (Ca, Mg, K, dan Na), KTK, kejenuhan basa dan kemasaman (Al dan H). Hasil laboratorium tersebut kemudian dikorelasikan dengan hasil pengamatan dan pengukuran dilapangan. Seharusnya data hasil pengukuran atau pengamatan dilapangan tidak berbeda jauh dengan data hasil analisis di laboratorium. Jika terjadi perbedaan antara data lapangan dan data laboratorium maka yang akan digunakan adalah data hasil analisis dilaboratorium. Continue reading

Menyusun Peta Kesesuaian Lahan Untuk Komoditas Perkebunan (Part 1)


(Konsultan Survey dan Pemetaan Lahan) – Secara umum tahapan kegiatan yang digunakan dalam menyusun peta kesesuaian lahan untuk komoditas perkebunan dapat dibagi menjadi 4 tahapan yaitu; persiapan, penelitian lapangan, pengolahan data dan pengusunan peta kesesuaian lahan. Adapun penjelasan dari tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

Tahap persiapan

Tahapan persiapan dilakukan dengan tujuan untuk persiapan sebelum melakukan survei di lapangan. Dalam tahapan persiapan juga harus dilakukan observasi lapangan sebagai studi awal untuk menentukan kelayakan lahan untuk perkebunan tebu. Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam studi kelayakan ini antara lain, aspek penggunaan lahan (land-used), kelerengan (slope), serta tanah. Tahap persiapan juga harus mencakup rencana untuk tahapan survei dan penelitian di lapangan termasuk persiapan peta-peta rencana lokasi areal perkebunan. Continue reading

Permasalahan Lingkungan Global


(Konsultan Survey dan Pemetaan Lahan) – Permasalahan lingkungan merupakan permaslahan yang sangat kompleks yang melibatkan banyak aspek dan bersifat global (tidak mengenal batas wilayah). Hampir seluruh negara di dunia mengalami permasalahan lingkungan yang tidak dapat diselesaikan sendiri oleh negara tersebut, tetapi memerlukan kerjasama dan komitmen bersama dengan negara-negara lain. Beberapa permasalahan lingkungan global yang menjadi masih terjadi dan membutuhkan perhatian adalah antara lain; (1) pertumbuhan penduduk dan gejolak ekonomi; (2) limbah bahan beracun berbahaya (B3); (3) penyebaran pencemaran lingkungan dari negara-negara maju ke negara-negara berkembang yang disebabkan oleh gerakan ekologi dangkal (Shallow Ecology Movement); (4) penyebaran dampak lokal ke global karena pencemaran tidak mengenal batas daerah (pollution knows no nation boundary). Continue reading