Metode Penyusunan Neraca Sumberdaya Alam Spasial Daerah (NSASD) (bagian II)


Metoda Pengolahan dan Penyajian Data Sumberdaya Hutan

(Konsultan Survey dan Pemetaan Lahan) – Pengolahan data potensi tegakan hutan untuk mendapatkan hubungan antara peubah langsung di potret udara (kerapatan tajuk, diameter tajuk, dan tinggi pohon) terhadap peubah tak langsung (volume tegakan) menggunakan software lotus, Minitab dan lain sebagainya untuk memperoleh suatu persamaan regresi. Peta-peta tersebut diatas, diplot pada peta dasar sehingga menghasilkan peta Aktiva dan peta Pasiva. Peta Aktiva dan Peta Pasiva kemudian dioverlaykan untuk menghasilkan Peta Neraca Sumberdaya Hutan. Peta Aktiva dan peta Pasiva yang dibuat secara manual kemudian didigitasi. Luas masing – masing berdasarkan fungsi hutan dan tipe hutan diperoleh dari hasil perhitungan peta digitasi.

Metode pengisian tabel

Pada pengisian tabel-tabel pada penyusunan neraca sumber daya hutan spasial, perubahan yang dicatat adalah perubahan data luas dan potensi sumber daya hutan yang mencakup: Continue reading

Advertisements

Metode Penyusunan Neraca Sumberdaya Alam Spasial Daerah (NSASD) (bagian I)


Metode Pengumpulan Data Sumberdaya Air

(Konsultan Survey dan Pemetaan Lahan) – Untuk  menghitung  penggunaan  air  dapat  dilakukan  dengan  peta  penggunaan  lahan, jika data  dan  peta  penggunaan  lahan  belum  tersedia  maka  peta  penggunaan  air dapat  dibuat langsung   berdasarkan   data   citra   satelit   atau   foto   udara   dengan pendekatan   teknik penginderaan jauh. Inventarisasi  sumber daya  air  dalam  rangka penyusunan  neraca  sumberdaya  air  spasial disini  dilakukan  untuk  memperoleh  data sekunder  hasil  inventarisasi  oleh  instansi  terkait. Jenis data, asal  sumber serta pemakaiannya sebagai berikut:

Data air dan asalnya

  1. data curah;
  2. data Iklim (temperatur, kelembaban, kecepatan angin, lama penyinaran);
  3. data air hujan tampungan dari penampungan air hujan;
  4. data debit air sungai;
  5. data air tanah;
  6. data luas dan volume danau;
  7. data waduk. Continue reading

Neraca Sumberdaya Alam Spasial Daerah (NSASD)


Latar Belakang

(Konsultan Survey dan Pemetaan Lahan) – Sumberdaya alam merupakan salah satu modal yang perlu dikembangkan dan dioptimalkan untuk menunjang pengembangan suatu wilayah. Namun, pemanfaatan sumber daya alam tersebut harus memperhatikan konservasi dan upaya untuk kelestarian fungsi ekosistemnya. Untuk mendukung keberhasilan usaha tersebut, perlu diketahui lokasi keterdapatannya dengan pasti potensi dan kondisi sumber daya yang ada di suatu wilayah, sehingga dapat dibuat perencanaan yang tepat dalam pengembangan wilayah tersebut.

Salah satu alternatif caranya yaitu melalui penyusunan neraca sumber daya alam. Neraca sumber daya alam disepakati dalam empat komponen sumber daya alam yaitu sumber daya lahan, hutan, air, dan sumber daya mineral. Dalam Neraca sumber daya alam terdapat informasi mengenai besarnya sumber daya/cadangan setiap jenis mineral, jumlah mineral-mineral yang telah dimanfaatkan dan cadangan yang masih tersisa (saldo) serta besarnya pembiayaan pemulihan lingkungan di dalam pelaksanaan eksploitasi (pemanfaatannya), yang kesemuanya dapat dikonversikan dalam nilai rupiah sesuai harga terbaru yang berlaku dari waktu ke waktu sesuai dengan tahun anggaran (APBD) kabupaten. Selain informasi tersebut, hal yang penting lainnya adalah adanya informasi spasial atas persebaran lokasi sumber daya alam tersebut di suatu wilayah. Dengan demikian, neraca sumber daya alam yang disusun juga bersifat spasial/keruangan. Continue reading