Tanggapan Kejadian Gempabumi Tanggal 11 April 2012 di sebelah barat Pulau Sumatra


Sumber : http://pvmbg.bgl.esdm.go.id, 11 April 2012 21:30

(Konsultan Survey dan Pemetaan Lahan) – Laporan tanggapan terjadinya gempabumi di sebelah barat P. Simeulue, NAD. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari BMKG, Jakarta,  USGS, Amerika Serikat, dan GFZ, Jerman, sebagai berikut:

Gempabumi terjadi pada hari Rabu, tanggal 11 April 2012, pukul 15:38:29 WIB

Berdasarkan informasi dari BMKG, pusat gempabumi berada pada koordinat 2,40°LU dan 92,99°BT, dengan magnitude 8,5 SR pada kedalaman 10 km, berada 320 km di sebelah barat P. Simeulue. Sedangkan menurut USGS, pusat gempabumi  berada pada koordinat 2,35°LU dan 93,07°BT, pada kedalaman 33 km dan magnitudo 8.6 Mw. Menurut GFZ, pusat gempabumi  berada pada koordinat 2.25°LU dan 93,14  °BT, pada kedalaman 10 km dan magnitudo 8.5 Mw. Gempabumi utama tersebut diikuti oleh gempabumi susulan

Jam Lon (oBT) Lat (oLU) H (km) Mag.
16:00:22 91.49 1.33 10 6.2
16:27:57 91.75 1.23 10 5.9
16:28:02 91.72 1.21 42 6.5
16:48:03 90.66 0.98 10 6.1
16:48:25 92.37 1.17 10 5.5
16:52:23 94.90 2.71 10 5.3
17:01:20 90.32 2.59 10 5.4
17:08:29 90.07 2.62 10 5.2
17:09:51 91.67 2.64 10 6.1
17:10:05 92.69 2.63 10 5.5
17:21:16 92.37 2.73 10 5.5
17:21:27 93.10 2.94 23 5.7

Setelah gempa bumi utama dan serangkaian gempabumi susulan, terjadi gempa bumi besar pada pukul 17:43.01, berlokasi 190 km di sebelah selatan pusat gempabumi pertama. Menurut BMKG gempabumi ini berpusat pada koordinat  0,78°LU dan 92,15°BT, dengan magnitude 8,8 SR pada kedalaman 10 km, berada 483 km di sebelah baratdaya P. Simeulue. Sedangkan menurut USGS, pusat gempabumi berada pada koordinat 0,77°LU dan 92,45°BT, pada kedalaman 16,4 km dan magnitudo 8.2 Mw. Menurut GFZ, pusat gempabumi  berada pada koordinat 0.76°LU dan 92,43  °BT, pada kedalaman 10 km dan magnitudo 8.5 Mw.

Kondisi geologi daerah terkena gempabumi:

Pantai barat Sumatera Utara dan Aceh pada umumnya disusun oleh batuan muda berupa aluvium yang diselang-seling oleh pantai terjal yang disusun oleh batuan sedimen berumur Tersier dan pra-Tersier.

Dampak gempabumi:

Gempa bumi pertama menimbulkan kepanikan masyarakat di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru dan Padang. Gempabumi terasa di PPGA Bur ni Telong (V MMI), Tandikat, Marapi, Talang (III MMI), Sorik Marapi (IV MMI) dan Peut Sagoe (VI MMI).

Gempabumi kedua menyebabkan terjadinya kenaikan muka air laut di Sabang (106 cm), Meulaboh (60 cm), Sabang (31 cm), Telukdalam-Nias (15 cm).

Penyebab gempabumi:

Pusat gempabumi ini berada di sebelah barat Zona Subduksi Sunda, pada daerah outer rise. Baik gempabumi pertama maupun gempabumi kedua memiliki mekanisme sesar mendatar dengan arah pergerakan utara-selatan. Karena mekanisme sumber gempabumi adalah sesar mendatar, maka potensi terjadinya tsunami tidak besar. Gempabumi pertama tidak memicu terjadinya tsunami, sedangkan gempabumi kedua menyebabkan kenaikan muka air laut di Meulaboh (106 cm), Sabang (60 cm), Telukdalam-Nias (15 cm).

Rekomendasi:

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami.
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.
  • Tim Tanggap Darurat Gempabumi dan Tsunami akan segera diberangkatkan ke lokasi terdampak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s