Konten

Untuk memudahkan pembaca dalam mengakses konten yang ada dalam blog ini maka berikut kami sajikan daftar konten.

HOME

  1. Sistem Informasi Geografis (SIG)
  2. Manajemen Pengelolaan Kebun Tebu Dengan Teknologi Geographic Information System (GIS) Dan Global Positioning System (GPS) Untuk Meningkatkan Profit Perusahaan
  3. Keanekaragaman & Kemelimpahan Makrozoobentos
  4. Kerusakan Lingkungan, Kemewahan atau Kemiskinan
  5. Pengelolaan Lahan Pasca Penambangan Batubara di Kalimantan
  6. Pemetaan Kesuburan Tanah pada Lahan Tebu untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Tebu dan Profit Perusahaan
  7. Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Tebu (Saccharum officinarum)
  8. Meteorologi dalam Kajian Pencemaran Udara
  9. Radiotoksisitas pada Batubara
  10. Radioaktifitas Alam di Lereng Gunungapi Merapi (Bagian 1)
  11. Radioaktifitas Alam di Lereng Gunungapi Merapi (Bagian 2)
  12. Peta Geologi
  13. SRTM dan Tingkat Ketelitian Peta RTRW
  14. Kesesuaian Lahan Untuk Komoditas Pertanian dan Perkebunan
  15. Peranan Mikrobia Dalam Tanah
  16. Tata Cara Budidaya Tanaman Tebu (Bagian 4: Pemanenan “Harvesting”)
  17. Tata Cara Budidaya Tanaman Tebu (Bagian 3: Pemeliharaan Tanaman “Maintenance”)
  18. Tata Cara Budidaya Tanaman Tebu (Bagian 2: Tanam “Planting”)
  19. Tata Cara Budidaya Tanaman Tebu (Bagian 1: Mempersiapkan Lahan/Tanah “Land Preparation”)
  20. Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)
  21. Mangrove Sebagai Penangkap Karbon, Pendingin Udara serta Penahan Tsunami
  22. Pupuk Kompos Mengurangi Pemanasan Global
  23. Otak Manusia Semakin Menyusut (semakin bodoh atau semakin cerdas?)
  24. Analisis Kemasakan Tebu
  25. Tips Meningkatkan Traffic di Blog Anda
  26. Satelit GEOEYE-1 dan GEOEYE-2
  27. Satelit ALOS (Daichi)
  28. Satelit CARTOSAT-1
  29. Satelit RAPIDEYE
  30. Satelit WORDVIEW-1
  31. Apa Pengelolaan Lingkungan itu ?
  32. Bioindikator Lingkungan
  33. Permasalahan Lingkungan Global
  34. Menyusun Peta Kesesuaian Lahan Untuk Komoditas Perkebunan (Part 1)
  35. Menyusun Peta Kesesuaian Lahan Untuk Komoditas Perkebunan (Part 2)
  36. Bentuklahan (Landform) di Permukaan Bumi
  37. GPS Garmin 76CSx
  38. Transfer Data GPS Garmin 76Csx Menggunakan Program Mapsource
  39. Perkembangan Daerah Perdesaan
  40. Jenis-jenis Tanah di Indonesia (bagian 2)
  41. Parameter Penentu Kesuburan, Produktivitas, Kemampuan Serta Kesesuaian Tanah
  42. Introduksi Spesies
  43. Fungsi Tanah Dalam Pencemaran Lingkungan
  44. Klasifikasi Kesesuaian Lahan
  45. Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan Menurut USDA (bagian 1)
  46. Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan Menurut USDA (bagian 2)
  47. Indikator Dasar Mutu Tanah
  48. Evaluasi Lahan
  49. Hubungan Kualitas Lahan dan Karakteristik Lahan (bagian I)
  50. Hubungan Kualitas Lahan dan Karakteristik Lahan (bagian II)
  51. Membuat Kontur dari SRTM Menggunakan Global Mapper
  52. Neraca Sumberdaya Alam Spasial Daerah (NSASD)
  53. Metode Penyusunan Neraca Sumberdaya Alam Spasial Daerah (NSASD) (bagian I)
  54. Metode Penyusunan Neraca Sumberdaya Alam Spasial Daerah (NSASD) (bagian II)
  55. Gempa Terbaru 11 april 2012
  56. Tanggapan Kejadian Gempabumi Tanggal 11 April 2012 di sebelah barat Pulau Sumatra
  57. Menampilkan Peta Pada Halaman Google Earth
  58. Peta Sumberdaya Tanah Eksplorasi Indonesia (bagian 1)
  59. Peta Sumberdaya Tanah Eksplorasi Indonesia (bagian 2)
  60. Ekosistem Gambut (Bagian 1)
  61. Ekosistem Gambut (Bagian 2)
  62. Membuat Peta Potensi Kerusakan Lahan (Bagian 1)
  63. Membuat Peta Potensi Kerusakan Lahan (Bagian 2)

DAFTAR KONTEN

PROFIL

JASA KONSULTAN

VULKANOLOGI

DOWNLOAD PETA

DOWNLOAD CITRA

//

6 thoughts on “Konten

  1. pak saya ingin meneliti tentang pengidentifikasi lahan kritis melalui metode skoring mohon penjelasannya tentang tahap akhir setelah overlay agar kita bisa menentukan tingkat kekritisan lahan

    • peta lahan kritis dapat dibuat melalui metode overlaping (tumpangtindih) 5 faktor yaitu: tutupan lahan, erosi, manajemen lahan, lereng dan produktivitas lahan. ke-5 faktor tersebut kemudian dibuat dalam bentuk peta, peta tersebut masing2 dibuat skor kemudian dikalikan dg nilai bobot. kemudian ke-5 peta tersebut di overlay dan di hitung nilai total skornya dan di klasifikasikan, maka akan didapatkan peta kekritisan suatu lahan, smoga sedikit mengerti dengan penjelasan singkat ini.

  2. Mas, mohon petunjuknya tentang cara menghitung pohon kelapa sawit pada citra satelit?, jadi citra apa saja yg harus dipersiapkan? dan gmn caranya?

    • yang paling mudah menggunakan citra resolusi tinggi spt geoeye, quickbird atau ikonos, untuk dpt melihat obyek spt tajuk pohon sawit dibutuhkan minimal citra dg resolusi spasial 1 meter, dgn citra resolusi 1 meter maka tiap pohon sawit dpt terlihat dan tentunya dpt dihitung jumlahnya. tetapi citra resolusi tinggi ini harganya cukup mahal kira2 17 jutaan per 10 km2, tergantung fluktuasi rupiah thd dollar amerika

  3. kak saya mau nanya, berhubungan saya ada skripsi tentang pemetaan jaringan jalan. Bagusnya saya pakai aplikasi GIS yang mana kak? Kalo bisa di jelaskan apa kelebihannya dibandingkan yang lain dalam mempetakan jaringan jalan. Thanks before kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s